cara memelihara kelinci dan menggunakan pupuk dari kotorannya

2 hal utama yang menentukan kesehatan kelinci adalah diet dan kondisi kandang.

Kelinci memerlukan jumlah serat yang cukup banyak dalam dietnya, oleh karena itu pakan utamanya adalah rumput-rumputan yang telah kering terkena sinar matahari (berikan setiap hari). Menu sampingannya sebagai sumber vitamin dapat berupa buah (pepaya, apel, pear, stroberi, dan jenis berry lain), sayur (sawi, daun ubi dan kangkung, hindari memberi terlalu banyak jenis kol atau kubis karena dapat menimbulkan gas berlebih di lambungnya) dan bunga-bungaan (bunga kacang, timun atau labu). Pencernaan kelinci sangat sensitif, kesehatan pencernaannya ditentukan oleh kondisi mikroflora di dalamnya, oleh karena itu perlu dihindari makanan yang berminyak, berkarbohidrat (pati) tinggi dan berprotein tinggi karena mengganggu keseimbangan mikroflora di pencernaannya. Beri makan secara teratur 2-3 kali sehari sebanyak yang mereka mau (biasanya banyak, 2 ekor saja menghabiskan 1 kresek besar rumput sehari), jadi strateginya; saat anda luang, cari rumput sebanyak-banyaknya, keringkan dan simpan agar bisa dipakai beberapa hari kedepan). Jangan lupa sediakan air bersih untuk minumnya. Usahakan jangan terlambat memberi mereka makan sebab dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang bisa berakibat fatal.

Untuk kandang, yang harus kita perhatikan adalah ukuran, alas dan kandang sekunder (kotak rumahnya). Kelinci hewan yang aktif, mereka juga perlu berolah raga untuk menjaga kesehatan mereka, dengan demikian semakin luas kandang, semakin baik, paling tidak panjang kandangnya 3 kali ukuran tubuh maksimalnya dan lebarnya 2 kali ukuran tubuh maksimalnya dan tinggi 1,5 kali panjang tubuh maksimalnya agar bisa berdiri dan melompat.  Beri kaki pada kandang agar tidak langsung menyentuh tanah. Alas kandang menggunakan kayu atau jaring kawat yang berlubang-lubang agar mudah dibersihkan. Pada bagian bawah kandang, tepat di atas tanah, tempatkan kasa (jaring nyamuk) agar mudah untuk memanen kotorannya.

Buat pula kandang sekunder perupa kotak dari triplek dengan lubang masuk sesuai ukuran tubuhnya sebagai tempat persembunyiannya saat hujan, hawa dingin atau panas karena mereka sangat sensitif terhadap temperatur lingkungan. Masukkan kandang sekunder tersebut pada kandang utama.

Bonus dari memelihara kelinci adalah kotorannya yang dapat langsung diaplikasikan pada tanaman tanpa menimbulkan efek terbakar pada daun seperti umumnya kotoran hewan lain. Cukup ditebarkan diatas media tanam seperti halnya pupuk organik granular lainnya, unsur hara akan dilepaskan perlahan saat anda menyiram tanaman tersebut. Anda akan melihat munculnya daun-daun baru beberapa hari setelah pemupukan karena nitrogen pada kotoran kelinci cukup tinggi. (Saya mencobanya pada tanaman tomat, rucula, dan rosemary saya, respon mereka cukup cepat dan menggembirakan!).

Baiklah, selamat mencoba memelihara kelinci!

About 3astiti

A Garden freak, crazy about planting vegetables, herbs and flowers specially from abroad. This Balinese girl loves challenges to grow subtropical plant in tropical area.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s