Cara menanam French Lavender (Lavandula dentata) di iklim tropis dataran rendah Bali, Indonesia

Saya mendapatkan french lavender pertama saya di sebuah sentra pertanian herba di Panca Sari Bedugul. Tidak heran menemukan lavender di Bedugul sebab terletak di pegunungan yang cuacanya sejuk. Lavender jenis ini mudah dbedakan dari bentuk daunnya yang bergigi, ukuran bunga kecil dan pendek.

Kendala saya memelihara lavender cukup banyak, pertama jelas bahwa ini jenis tanaman sub tropis dengan kondisi iklim dan tanah yang berbeda, kedua saya harus membawanya turun gunung ke daerah dataran rendah yang jauh lebih panas. Yang saya lakukan begitu tiba di rumah adalah meletakkannya dibawah pohon mangga dan mulai mencari cara penanamannya di internet. Mencari cara tanam lavender di internet adalah kesalahan besar karena umumnya permasalahan yang dibahas di internet adalah masalah yang mereka hadapi adalah tanaman yang membeku saat musim salju. Saran saya, jangan ikuti cara menanam di internet, kita di daerah tropis memiliki permasalahan yang berbeda.

Cara menanam lavender yang berhasil saya lakukan adalah sebagai berikut:
1. Saat sore hari dimana matahari tidak terlalu terik dan suhu mulai turun, saya mengumpulkan media tanam berupa 1 bagian kompos dan 3 bagian tanah yang bergumpal. Tanah ini biasanya saya dapat di bawah pohon pisang dekat akarnya. ciri-cirinya, bila kering, tanah ini membentuk granula yang besar. Tanah ini penting untuk masa awal tumbuh karena mampu menahan air dan kelembaban. Jangan pergunakan tanah berpasir yang disarankan internet kebanyakan.
2. Saya isi tanah tersebut kedalam polybag kecil hingga terisi 10 cm. Saya basahi hingga lembab-agak becek. Ciri-cirinya, adalah bila anda mulai bisa membentuk bola dari media tersebut jika anda meremasnya.
3. Dengan menggunakan gunting stainless steel yang tajam, saya potong batang lavender kurang lebih10-15 cm dari ujung batang. Potongan tersebut diambil 2-3 mm dibawah bagian di mana daun muncul. Saya hilangkan daun-daun pada pangkal batang hingga 5 cm keatasnya.
4. Dengan tusuk gigi saya buat lubang ditengah media kemudiam menanam batang tersebut hingga kedalaman 5 cm.
5. Saya letakkan di tempat yang cerah tapi ternaungi dari cahaya matahari langsung dan terlindung dari hujan.
6. Saya siram ketika tanah diatasnya mulai mengering, kurang lebih setiap 2-3 hari sekali cukup sebanyak 3 sendok makan air.
7. Setelah tanaman mulai tumbuh akar yang ditandai dengan pertumbuhannya yang tegak dan warna pangkalnya yang masih hijau (biasanya dalam waktu 2 minggu), saya pindah ke dalam naungan yang saya buat dari fiberglass biru agar mendapat sinar matahari sehingga dapat tumbuh lebih baik. Anda juga bisa meletakkannya dalam naungan plastik putih.
8. Saya pupuk dengan pupuk kandang, pupuk telur cair dan pupuk ikan setiap seminggu sekali.
9. Setelah polybag penuh dengan akar, saya pindahkan ke dalam pot yang lebih besar dengan media yang sama seperti sebelumnya. Tidak lupa saya kupas sedikit tanah pada bagian bawahnya sebelum saya letakkan ke dalam pot agar akarnya sedikit lepas sehingga dapat tumbuh akar lagi pada media yang baru. Setelahnya saya siram hingga cukup lembab.

ini adalah foto lavender berumur 6 minggu

About these ads

About 3astiti

A Garden freak, crazy about planting vegetables, herbs and flowers specially from abroad. This Balinese girl loves challenges to grow subtropical plant in tropical area.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Cara menanam French Lavender (Lavandula dentata) di iklim tropis dataran rendah Bali, Indonesia

  1. Yohanes says:

    Trims sudah sharing ….
    Kebetulan sekali kemarin minggu baru beli tanaman yg katanya penjualnya lavender
    Kalo dari bentuknya sih memang mirip lavender pada umumnya, juga ada bau harum tapi mesti didekatkan ke hidung dulu baru terasa (atau mungkin karena kurang banyak????).

  2. sekarjempina says:

    hai saya baru beli biji lavender dan gak tau mau mulai nanem dari mana, kata penjualnya musti di cold stratification padahal udah dijelasin tapi saya lupa…… :D ada saran? thx infonya…. oiya saya juga beli biji cherry beach, tau cara menanamnya mbak?

  3. kunapekakas says:

    kalau mau beli bibitnya dimana ya…saya cari di daerah denpasar ndak nemu ni
    bisa dibantu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s